JASA GAMBAR RUMAH

JASA GAMBAR RUMAH

Rabu, 25 Januari 2012

MENGHITUNG KEBUTUHAN MATERIAL DAN UPAH PEKERJAAN SLOOF


Menghitung kebutuhan material dan upah pekerjaan sloof, melengkapi artikel kami yang terdahulu, silakan baca disini.
Sloof adalah item dari bangunan yang berada diatas fondasi, yang salah satu fungsinya adalah untuk meratakan beban bangunan pada fondasi, sehingga apabila fondasi turun karena daya dukung tanah tidak mampu, diusahakan sloof dapat menahan agar bangunan tersebut tidak turun, melihat dari fungsinya dalam pembuatan sloof sebaiknya diperhatikan kwalitas dan aturan teknis.
Pada artikel ini kami mencoba menghitung kebutuhan material dan upah pada pekerjaan sloof untuk rumah lantai 1, yang dimensinya sering digunakan, menggunakan analaisa pekerjaan sipil.
Dimesi sloof untuk rumah lantai satu yang sering digunakan adalah dengan ukuran tinggi 20 cm dan lebar 15 cm, pembesian untuk tulangan utama pakai d 10 mm jumlah 4 buah sedangkan begel pakai d 8 mm berjarak 15 cm. pada perhitungan ini yang di hitung adalah panjang sloof 1 meter.

Hitungan Besi beton
Lihat gambar tulangan pokok adalah d 10 mm berjumlah 4 buah, maka besi beton d 10 mm di butuhkan 4 x 1 = 4 meter
Begel  dipakai d 8 mm dengan jarak 15 cm,lihat gambar,  untuk menghitung berapa panjang besi yang digunakan, pertama –tama kita hitung julah begel setiap 1 meter, adalah = (1/0,15)+1 = 7,66 dibulatkan menjadi 8 buah (0,15 meter adalah jarak begel dari 15 cm dijadikan meter). Kemudian hitung panjang satu begel yaitu = (15x2)-(2x4) + (20x2)-(2x4) = 22 + 32 = 54 cm + 6 cm untuk kni atau bengkokan menjadi 60 cm (nilai 20 x 2 dan 15 x 2 ada 2 sisi, sedangkan 2 x 4 merupakan 2 cm adalah selimut beton sedangkan 4 jumlah selimut beton di dua sisi).
Panjang setiap 1 begel adalah 60 cm dijadikan meter menjadi 0,6 meter, maka besi beton diameter 8 mm untuk panjang 1 meter di perlukan 0,6 x 8 buah = 4,8 meter.

Hitungan Begesting
Begesting adalah item pekerjaan yang digunakan untuk membuat cetakan beton, umumnya terbuat dari papan, lihat gambar.
Untuk panjang 1 meter begesting yang di gunakan adalah = 0,2 x 1 x 2 sisi = 0,4 m2.
Atau papan 2/20 cm x 2 m = 1 lembar

Hitungan beton
Hitung volume yaitu 0,15 x 0,2 x 1 = 0,03 m3
Sebelum menghitung kebutuhan material, kita perlu memilih mutu beton yang akan kita gunakan pada ebook 153 analisa pekerjaan sipil terdapat bermacam- macam mutu beton, untuk rumah lantai satu biasanya kita gunakan mutu beton K-175. analisa kebutuhan materialnya sbb :

1 m3 membuat beton Mutu K-175, Slump (10 cm - 14 cm)                 
 Bahan             
 8,1500            zak       Portland Cemen
 0,4000            m3       Pasir Beton
 0,5416            m3       split/koral pecah
 215,0000        ltr         Air
 Upah              
 1,6500            OH      Pekerja
 0,2750            OH      Tukang Batu
 0,0280            OH      Kepala tukang
 0,0830            OH      Mandor

Untuk menentukan berapa jumlah material yang dibutuhkan hanya dikalikan saja volume yang kita dapat dari hitungan diatas yaitu 0,03 m3
8,1500             zak       Portland Cemen            x 0,03 =  0,2445 zak
 0,4000            m3       Pasir Beton                    x 0,03 =  0,012   m3
 0,5416            m3       split/koral pecah            x 0,03 =  0,016   m3
 215,0000        ltr         Air
 Upah              
 1,6500            OH      Pekerja                        x 0,03 =  0,0495 OH
 0,2750            OH      Tukang Batu                 x 0,03 =   0,00825 OH
 0,0280            OH      Kepala tukang              x 0,03 =   0,0008 OH
 0,0830            OH      Mandor                        x 0,03 =    0,00249 OH

Kemudian kita hitung pembesian menggunakan analisa pekerjaan sipil

10 kg Pekerjaan Pembesian                 
Bahan              
 10,5000          kg        Besi beton
 0,1500            kg        Bindrat
 Upah              
 0,0700            OH      Pekerja
 0,0700            OH      Tukang Besi
 0,0070            OH      Kepala Tukang
 0,0040            OH      Mandor

Dari hitungang diatas besi d 10 mm di dapat  4 meter berat setiap 1 meter adalah 0,62 kg
Sehingga beratnya 4 m x 0,62 kg = 2,48 kg (0,62 dari table untuk besi d 10 mm polos)
Besi d 8 mm didapat 4,8 meter berat setiap 1 meter 0,393 kg, maka didapat beratnya adalah 0,393 kg x 4,8 meter = 1,8869 kg. Total berat 2,48 + 1,8869 = 4,3664 kg.
Analisa diatas untuk setiap 10 kita rubah menjadi untuk setiap 1 kg ,
1 kg Pekerjaan Pembesian                   
Bahan              
 1,05000          kg        Besi beton        x 4,3664 kg = 4,584 kg
 0,01500          kg        Bindrat             x 4,3664 kg = 0,0655 kg
 Upah              
 0,00700          OH      Pekerja            x 4,3664 kg = 0,031 OH
 0,00700          OH      Tukang Besi     x 4,3664 kg = 0,031 OH

 0,00070          OH      Kepala Tukang x 4,3664 kg = 0,0031 OH
 0,00040          OH      Mandor            x 4,3664 kg = 0,00175 OH

Menghitung kebutuhan Begesting menggunakan analisa pekerjaan sipil
1 m2 Memasang bekisting untuk fondasi                       
 Bahan             
 0,0400            m3       Kayu begesting
 0,3000            kg        Paku 2" - 5"
 0,1000            ltr         Minyak begesting
 Upah              
 0,5200            OH      Pekerja
 0,2600            OH      Tukang Kayu
 0,0260            OH      Kepala Tukang
 0,0260            OH      Mandor

Dari hitungan di atas volume begesting adalah 0,4 m2 maka untuk mengetahui berapa material dan tenaga yang dibutuhkan 0,4 m2 dikalikan dengan analisa diatas.
Artikel ini kami buat sesederhana mungkin, dengan maksud agar para pembaca yang tidak mempunyai latar belakang dibidang teknik sipil dapat memahami, semoga bermanfaat.
Catatan : untuk besi beton di pasaran ada 3 kategori yaitu kurus,sedang, gemuk, untuk besi beton diameter 8 mm bisa menggunakan kategori kurus yaitu 6-7 mm, sedangkan yang 10 mm gunakan yang gemuk 10 mm atau yang SNI.
Untuk mendapatkan analisa klik disini
Artikel ini berhubungan dengan CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN MATERIAL DAN UPAH FONDASI BATU KALI

Jumat, 20 Januari 2012

CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN MATERIAL DAN UPAH FONDASI BATU KALI


Pertama – tama yang kita hitung adalah volume dari fondasi tersebut per meternya, contoh gambar fondasi batu kali di samping, dimensi fondasi batu kali yang sering dipakai untuk rumah lantai satu, yaitu lebar atas 0,4 meter, tinggi fondasi 0,7 meter, lebar bawah fondasi 0,8 meter. Volume untuk 1 meter adalah : (0,4+0,8)/2 x 0,7 x 1 = 0,42 m3
Jadi untuk 1 meter fondasi batu kali seperti di gambar adalah 0,42 m3, andaikan panjang fondasi untuk membangun rumah sepanjang 45 m, makan total volume fondasi adalah 0,42 x 45 = 18,9 m3.
Untuk mengetahui berapa material yang di butuhkan dan berapa tenaga atau tukang yang di butuhkan, kita lihat analisa pekerjaan sipil. Di analisa tersebut ada beberapa campuran kita pilih sesuai dengan keinginan kita, disini kami menggunakan campuran 1 semen : 6 Pasir. Upah dan material yang di butuhkan sebagai berikut :
1 m3 Memasang fondasi Batu kali 1 PC : 6 Pasir                                              
 Bahan                                     
 1,2000            m3       Batu belah         
 2,9250            zak       Portland Cement            
 0,5610            m3       Pasir pasang      
 Upah                                        
 1, 5000           OH      Pekerja           
 0,6000            OH      Tukang Batu    
 0,0600            OH      Kepala tukang 
 0,0750            OH      Mandor           
                                  
Maka untuk menyelesai fondasi sebanyak 18,9 m3 diperluakan :
Batu Kali          = 18,9 x 1,2 m3           = 22,68 m3
Semen              =  18,9 x 2,925 zak      = 55,28 zak
Pasir                 = 18,9 x 0,561 m3       = 10,6  m3

Sedangkan untuk pekerja
Pekerja            =  18,9 x 1,5                = 28,35 OH
Tukang batu     =  18,9 x 0,6                = 11,34 OH
Kepala tukang  = 18,9 x 0,06               = 1,134 OH
Mandor            = 18,9 x 0,075             = 1,418  OH
(Faktor perkalian tersebut di dapat dari analisa pekerjaan sipil, silakan kunjungi Ebook 153 analisa pekerjaan sipil, Kami akan menjadi konsultan pribadi anda secara online)

Sehingga untuk menentukan harga borongan hanya kita kalikan aja pada harga setempat
Atau bila kita akan menggunkan tenaga harian, berapa hari pekerjaan tersebut bisa di selesaikan, misalkan kita menggunakan 2 tenaga laden dan 2 tukang batu.
Caranga pekerja dari analisa didapat 28,35 dibagi dengan rencana tenaga yang akan kita kerjakan andai 2 orang 28,35/2 = 14 hari, sedangkan tukang 11,34/2 = 6 hari.
Jadi kalau 2 pekerja dan 2 tukang tdk balance maka tenaga ditambah lagi yaitu 2 menjadi 4 orang makan waktu yang di butuhkan 7 hari, tukang 2 orang 6 hari, sudah mendekati, sehingga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan 4 tenaga dan 2 tukang dapat diselesaikan 6 hari.
Untuk mempermudah hitungan silakan kunjungi ebook 153 analisa  pekerjaan sipil klik disini. 
Dan silakan baca juga artikel yang sering terabaikan dalam pembangunan rumah

Minggu, 15 Januari 2012

YANG SERING TERABAIKAN DLM PEMBANGUNAN RUMAH


Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil  yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal ada kemungkinan sloof tidak siku akibatnya dinding menjadi tidak siku, dan diketahui kalau bangunan tersebut tidak siku saat pekerjaan pemasangan lantai, bila hal ini terjadi biasanya agar bangunan tersebut menjadi siku, plesteran dinding dibuat tebal mengikuti selisih ukuran.
Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya pengukuran siku bangunan di mulai saat pekerjaan bouwplank, kemudian disiku kembali pada pekerjaan fondasi, juga pada pekerjaan sloof, dan terakhir disiku kembali saat memulai pekerjaan pemasangan dinding.

Kurang penyiraman air atau perendaman, ada beberapa pekerjaan yang sebelum dimulai sebaiknya material disiram air atau direndam, seperti pekerjaan sloof sebelum melakukan pengecoran sebaiknya disiram air selain untuk membersihkan kotoran yang ada pada begesting juga agar beton dapat meresap pada fondasi, pada pekerjaan pemasangan bata sebelum dimulai sebaiknya bata disiram, juga pada pekerjaan plesteran atau acian, dan pada pekerjaan pemasangan keramik, sebaiknya keramik disiram air, tujuannya agar spesi dapat meresap kedalam keramik.
Dan ada juga pekerjaan yang bila selesai dikerjakan sebaiknya disiram atau direndam air, seperti pekerjaan bata, plesteran, acian dan pekerjaan beton.

Pekerjaan pembesian , khususnya pada pembangunan rumah-rumah lantai satu, sering sekali diabaikan cara-cara pembesian sesuai dengan standar teknis yang ada seperti, pada ujung atau akhir dari besi tidak dibengkokan atau di kni, pertemuan sudut tidak diikat dengan bindrat, seperti contoh gambar dibawah ini :



Pada pekerjaan beton, komposisi campuran sering kali diabaikan (terutama untuk bangunan lantai satu), bila pengadukan beton secara manual, terutama perbandingan jumlah dari split atau krikil sering dibawah takaran yang disyaratkan, dan juga terkadang split menggunakan bekas dari ayakan pasir, sehingga mutu beton tidak baik.

Dan banyak pekerjaan pekerjaan yang sering dianggap tidak begitu penting, sehingga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis yang ada padahal akan berpengaruh pada kekuatan dari bangunan tersebut, antara lain : pertemuan kayu pada pembuatan kusen saat ini sering menggunakan paku seharusnya menggunakan pasak, anggkur pemasangan kusen pada dinding menggunakan paku seharusnya menggunakan besi beton diameter 8mm, pembuatan kuda-kuda dari kayu jarang menggunakan pasak.

Pada pekerjaan pasangan dinding bata yang berada diatas sloof sampai dengan minimal 30 cm seharusanya menggunakan spesi dengan komposisi campuran 1:3 (pasangan trasram), yang berfungsi untuk mencegah agar air yang berada di lantai / dibawah permukaan lantai tidak naik kedinding, untuk mencegah dinding tidak lembab (berjamur). Pasangan trasram saat ini jarang sekali digunakan, sehingga sering terjadi dinding rumah berjamur atau lembab yang mengakibatkan cat mengelupas.
Untuk mengetahui berapa harga tiap item pekerjaan pada pembangunan ruman silakan klik disini