Minggu, 15 Januari 2012

YANG SERING TERABAIKAN DLM PEMBANGUNAN RUMAH


Dalam melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan sipil  yang sejenis, ada beberapa pekerjaan penunjang yang sering terabaikan, sedangkan pekerjaan penunjang tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Seperti, pengukuran siku dari bangunan, terkadang pengukuran hanya sampai pada pekerjaan sloof, karena menganggap sloof sudah siku, sehingga saat memulai pekerjaan pemasangan bata, bangunan tidak disiku ulang, padahal ada kemungkinan sloof tidak siku akibatnya dinding menjadi tidak siku, dan diketahui kalau bangunan tersebut tidak siku saat pekerjaan pemasangan lantai, bila hal ini terjadi biasanya agar bangunan tersebut menjadi siku, plesteran dinding dibuat tebal mengikuti selisih ukuran.
Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya pengukuran siku bangunan di mulai saat pekerjaan bouwplank, kemudian disiku kembali pada pekerjaan fondasi, juga pada pekerjaan sloof, dan terakhir disiku kembali saat memulai pekerjaan pemasangan dinding.

Kurang penyiraman air atau perendaman, ada beberapa pekerjaan yang sebelum dimulai sebaiknya material disiram air atau direndam, seperti pekerjaan sloof sebelum melakukan pengecoran sebaiknya disiram air selain untuk membersihkan kotoran yang ada pada begesting juga agar beton dapat meresap pada fondasi, pada pekerjaan pemasangan bata sebelum dimulai sebaiknya bata disiram, juga pada pekerjaan plesteran atau acian, dan pada pekerjaan pemasangan keramik, sebaiknya keramik disiram air, tujuannya agar spesi dapat meresap kedalam keramik.
Dan ada juga pekerjaan yang bila selesai dikerjakan sebaiknya disiram atau direndam air, seperti pekerjaan bata, plesteran, acian dan pekerjaan beton.

Pekerjaan pembesian , khususnya pada pembangunan rumah-rumah lantai satu, sering sekali diabaikan cara-cara pembesian sesuai dengan standar teknis yang ada seperti, pada ujung atau akhir dari besi tidak dibengkokan atau di kni, pertemuan sudut tidak diikat dengan bindrat, seperti contoh gambar dibawah ini :



Pada pekerjaan beton, komposisi campuran sering kali diabaikan (terutama untuk bangunan lantai satu), bila pengadukan beton secara manual, terutama perbandingan jumlah dari split atau krikil sering dibawah takaran yang disyaratkan, dan juga terkadang split menggunakan bekas dari ayakan pasir, sehingga mutu beton tidak baik.

Dan banyak pekerjaan pekerjaan yang sering dianggap tidak begitu penting, sehingga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis yang ada padahal akan berpengaruh pada kekuatan dari bangunan tersebut, antara lain : pertemuan kayu pada pembuatan kusen saat ini sering menggunakan paku seharusnya menggunakan pasak, anggkur pemasangan kusen pada dinding menggunakan paku seharusnya menggunakan besi beton diameter 8mm, pembuatan kuda-kuda dari kayu jarang menggunakan pasak.

Pada pekerjaan pasangan dinding bata yang berada diatas sloof sampai dengan minimal 30 cm seharusanya menggunakan spesi dengan komposisi campuran 1:3 (pasangan trasram), yang berfungsi untuk mencegah agar air yang berada di lantai / dibawah permukaan lantai tidak naik kedinding, untuk mencegah dinding tidak lembab (berjamur). Pasangan trasram saat ini jarang sekali digunakan, sehingga sering terjadi dinding rumah berjamur atau lembab yang mengakibatkan cat mengelupas.
Untuk mengetahui berapa harga tiap item pekerjaan pada pembangunan ruman silakan klik disini



0 komentar:

Poskan Komentar