Jumat, 02 Januari 2009

CARA MEMBORONG PEKERJAAN SIPIL (Bag 4)

TENAGA KERJA DILAPANGAN.


Agar suatu pekerjaan dapat berjalan dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan, peranan utama adalah terletak dari tenaga kerja yang ditempatkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Semua memegang peranan penting dari struktur jabatan yang tertinggi sampai dengan jabatan yang terendah, yg saya maksud disini adalah mulai dari Site manager sampai dengan pekerja (tenaga kasar).
Secara garis besar struktur tenaga kerja yang berada dilapangan terdiri dari :


1. Site manager
2. Pelaksana
3. Logistik/administrasi
4. Mandor/bas borong
5. Kepala tukang
6. Tukang
7. Tenaga

SITE MANAGER
Dalam pengerjaan proyek sekala menengah, biasanya site manager merangkap sebagai pimpro (pimpinan proyek), Site manager bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan dilapangan, sehingga seorang site manager selain harus manguasai teknis, juga harus dapat berkomunikasi baik dengan pemilik pekerjaan, pemerintahan setempat, masyarakat disekitar lokasi pekerjaan.
Karena dalam pelaksanaan pekerjaan sering dibutuhkan komunikasi dengan Pemilik pekerjaan, seperti penjelasan-penjelasan teknis maupun non teknis, sedangkan kenapa harus dibutuhkan komunikasi dengan pemerintahan setempat, hal ini berhubungan dengan ijin-ijin, keamanan dll.
Dan yang tidak kala pentingnya adalah menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat disekitar lokasi pekerjaan, hal ini untuk menghindari gesekan-gesekan yang bisa saja terjadi akibat kurang nya informasi yang diterima oleh masyarakat setempat mengenai keberadaan proyek tersebut. Karna keterbatasan tenaga tidak mungkin kita bisa menjelaskan atau menghubungi masyarakat disekitar lokasi pekerjaan satu persatu, sehingga yang dapat kita lakukan adalah melakukan pendekatan dengan sesepuh masyarakat, dan juga dengan ketua pemuda, mempekerjakan masyarakat disekitar lokasi proyek tersebut.
Bersambung…..

1 komentar:

salam kenal

content blog yang bagus mas, terkadang hal-hal yang berada di luar perhitungan diatas kertas terjadi ketika pekerjaaan pemborongan akan/sedang di lakukan...sehingga biaya overhead menjadi lebih tinggi, oleh karena itu keahlian seseorang tenaga ahli tidak cukup tanpa juga keahlian/kecakapan untuk pendekatan dengan masyarakat sekitar proyek agar tidak terjadi mis komunikasi ketika project itu akan dilakukan, meskipun seharusnya para pemuka masyarakat dan masyarakat setempat selayaknya tahu bahwa proyek itu adalah bagi kepentingan masyarakat itu sendiri, misalnya melakukan proyek perbaikan atau penigkatan jalan, tetapi ada saja pihak pihak yang terkait ada ketergangguan atas proyek itu dilakukan...thx
mari kita tingkatkan blog sebagai civil education and journalism...

Poskan Komentar