Sabtu, 06 Desember 2008

TATA CARA MEMBORONG PEKERJAAN SIPIL (Bag 1)

Pekerjaan Borongan sipil ada 2 sumber :


1.Pekerjaan Borongan dari Pemerintahan, dan Swasta.
2.Pekerjaan Borongan dari Perorangan.

1. Pekerjaan Borongan dari Pemerintahan, dan Swasta.

Pekerjaan sipil yang ada di Pemerintahan ,pemborong diharuskan mempunyai badan hukum seperti CV,PT, sedangkan untuk Pekerjaan borongan di Swasta , ada sebagian perusahaan tidak mewajibkan pemborong mempunyai badan hukum.

2. Pekerjaan Borongan dari Perorangan.

Yang dimaksud dengan pekerjaan borongan, seperti membagun rumah, atau pekerjaan sipil lainnya milik perorangan, biasanya borongan semacam ini pelaksanaan tidak memerlukan badan hukum.

Persiapan awal untuk menjadi Pemborong.
Mengerti bidang pekerjaan yang akan di kerjakan , atau mempunyai tenaga yang ahli dibidang tersebut.
Untuk Pelaksanaan pekerjaan minimal mempunyai pekerja inti 25 % dari jumlah kebutuhan pekerja.
Ketersediaan modal minimal 50 % dari jumlah harga borongan.

Yang kami bahas pada tulisan ini adalah mengenai borongan pada perorangan, borongan yang didapat pada perorangan biasanya adalah pekerjaan pembangunan rumah atau pekerjaan-pekerjaan sipil yang berhubungan dengan tempat tinggal.
Dan sebagian besar belum ada gambar, untuk itu biasanya pemborong diminta membuat gambar beserta biaya untuk melaksanakan bangunan tersebut.
Pada pembuatan gambar atau perencanaan biasanya pemborong tidak memungut biaya apabila pekerjaan tersebut dilaksanakan. Sebaliknya apabila gambar sudah selesai, sipemilik pekerjaan tidak jadi membangun atau mencari jasa pemborong lain maka dikenakan biaya perencanaan, agar tidak terjadi masalah sebaiknya hal tersebut dibicarakan diawal antara pemilik dan pemborong.

Cara menghitung besarnya RAB pembangun yang akan ditawarkan pada pemilik perkerjan adalah menghitung semua kebutuhan material seperti pada postingan saya terdahulu (cara menghitung RAB), harga setiap item pekerjaan sebaiknya mengikuti harga yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat, kemudian dari jumlah keseluruhan ditambah 10%. Apabila menggunakan harga borongan tersebut, sudah dipastikan pekerjaan tersebut tidak merugi, kecuali ada hal2 yang diluar dugaan seperti kenaikan material atau upah melebihi dari 20%.

Sedangkan berapa harga minimal untuk pekerjaan borongan, nilai minimal bisa didapat dengan cara menghitung RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan), pada RAP perhitungannya sangat detail, seperti berapa jumlah tukang yang dibutuhkan, jumlah material. Sehingga anda dapat membandingkan selisih RAB dengan RAP, tapi sebaiknya untuk menurunkan harga penawaran, jangan disamakan dengan RAP, karna sangat beresiko.
Bersambung


0 komentar:

Poskan Komentar