JASA GAMBAR RUMAH

JASA GAMBAR RUMAH

Senin, 08 Desember 2008

CARA MEMBORONG PEKERJAAN SIPIL (Bag 2)

PELAKSANAAN PEKERJAAN

Sebelum melakukan pelaksanaan pekerjaan sebaiknya dibuat jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan (time schedule), dari time schedule kita dapat mengetahui lamanya waktu penyelesaian pekerjaan dan berapa tenaga yang dibutuhkan, juga kebutuhan material setiap harinya, sering terjadi bila pekerjaan tidak menggunakan jadwal waktu pelaksanaan,akan ada keterlambatn material atau kekurangan tenaga.
Keberhasilan suatu pekerjaan tergantung dari baiknya perencanaan dan manajemen dilapangan.
Yang saya maksud Perencanaan disini adalah, gambar dari pekerjaan komplit dapat dibaca oleh pelaksana lapangan, sedangkan manajemen lapangan adalah ketersediaan material (material tidak berlebihan), jumlah pekerja cukup.



Agar pelaksanaan pekerjaan dilapangan dapat berjalan dengan baik, ada beberapa pekerjaan yang sebaiknya tidak dikerjakan dilapangan, karna akan mengganggu mobilisasi pekerjaan yang lainnya, seperti pekerjaan pembuatan kusen, pembuatan daun pintu. Pekerjaan tersebut dapat dikerjakan ditempat lain, dikirim kelapangan saat akan dilakukan pemasangan.
Saat memulai pekerjaan yang harus benar-benar diperhatikan adalah mengukur siku dari bangunan, sering kali mengukur dari siku bangunan dianggap gampang, yang akhirnya bangunan tersebut kurang siku, sehingga saat pemasangan keramik akan terlihat, biasanya apabila siku bangunan kurang sepurna makimum 2 cm, agar terlihat siku plesteran dibuat tebal, selain biaya bertambah juga mengurangi keindahan, karna kalau diperhatikan dengan seksama dinding akan terlihat membayang.
Agar dinding tetap siku, sebaiknya tiap-tiap memulai pelaksanaan pengerjaan seharusnya diukur siku , seperti memulai pekerjaan Fondasi, pengerjaan sloof, dinding, sehingga apabila salah satu item pekerjaan tersebut ada yang tidak siku, dapat diperbaiki pada tahapan pekerjaan selanjutnya.

Seperti yang saya sebutkan diatas, agar dapat mengasilkan bangunan yang baik dan sesuai dengan spesifikasi tehnik, manajemen dilapangan harus berjalan dengan baik, minimal setiap minggu ada laporan kemajuan pekerjaan, laporan jumlah material dan tenaga, sehingga dapat dianalisa sesuai tidak jumlah material dan tenaga dengan jumlah pekerjaan yang sudah diselesaikan.

Pada pelaksanaan pekerjaan, sebaiknya dihindari pekerjaan bongkar pasang, pekerjaan bongkar pasang dapat terjadi adanya kesalahan pembacaan gambar, dan kegagalan pelaksanaan, yang dimaksud dengan kegagalan pelaksanaan, adalah bangunan tidak siku, dinding miring, plesteran retak, kamar mandi atau bak bocor, kerpus atau genteng bocor, keramik lepas dan lain-lain.

Kegagalan yang saya sebutkan diatas adalah kegagalan pelaksanaan yang sering terjadi, agar tidak terjadi kegagalan, dinding miring sebaiknya setiap memulai pekerjaan dinding harus dilot dahulu (lot adalah pengukuran dengan menggunakan benang yang pada ujung diberi bandul), agar dinding tidak retak sebaiknya pekerjaan plesteran dimulai setelah pasangan bata kering, untuk memulai pekerjaan plesteran pasangan bata seharusnya disiram dahulu, begitu juga pada tahapan pengacian, dimulai setelah pekerjaan plesteran sudah benar-benar kering dan saat memulai pengacian plesteran disiram dengan air dahulu. Saat ini tahapan-tahapan seperti yang saya sebutkan diatas sering diabaikan.

Kamar mandi atau bak bocor, kamar mandi yg saya maksud adalah kamar mandi yang terletak diatas (lantai 2 keatas), bocor biasanya terjadi pada pasangan pipa pralon yang menempel pada beton atau sambungan pada pipa pralon itu sendiri, bocor disebabkan karna kurang teliti saat pengejaan seperti sambungan pada peralon saat dilem tidak diamplas atau lem yang tidak rata, bila terjadi bocor di betonan dak,pada saat pengecoran tidak rata sehingga didalam beton ada rongga, dan pemasangan keramik yang tidak sempurna, untuk mengatasi kebocoran tersebut, keramik dibongkar termasuk plesteran pelekat keramik, setelah benar2 bersih lantai dikwas dengan lem beton kemudian baru dipasang keramik, nat pada keramik harus benar-benar tertutup. Atau bocor tersebut dapat juga diatasi dengan cara nat pada keramik dipotong atau diperdalam minimal 1 cm dengan menggunakan pisau keramik, sebelum dinat ulang kwaskan lem beton.

Kerpus atau genteng bocor, genteng bocor biasanya disebabkan kwalitas genteng yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna, bila kwalitas genteng nya yang kurang baik pertemuan antara genteng tidak bisa rapat ada celah, sehingga saat hujan angin bangunan akan tampias (masuk nya air dari celah genteng), atau ada beberapa genteng yang retak rambut sehingga saat hujan deras air menetes dari celah genteng yang retak, untuk mengetahui genteng tersebut retak atau tidak sangat sulit apalagi genteng sudah terpasang, sehingga untuk memastikan posisi yang bocor sangat sulit, biasanya posisi jatuhnya air tidak pada posisi genteng yang retak, air mengalir dahulu baru menetes, untuk mengantisipasi agar tidak timbul hal-hal seperti yang saya sebutkan diatas sebaiknya dibawah reng di beri beberapa alternatif, yaitu aluminium poil, plastic, karpet, atau seng plat.
Bocornya kerpus atau nok, disebabkan ada kerpus yang retak, campuran beton untuk melekatkan kurang sempurna, bocornya kerpus bila sudah terpasang sangat sulit untuk mengatasinya, karna tidak mengetahui dengan jelas posisi bocor, untuk mengantisipasi sebaiknya dibawah cor/campuran semen untuk melekatkan genteng kerpus(nok) diberi plastic yang tipis. Sehingga ada beton atau kerpus yang retak, air tidak langsung menetes kebawah, yaitu tertahan oleh plastic.

0 komentar:

Poskan Komentar